Wednesday, September 23, 2015

Kesalahan2 paling fatal Jokowi:

Sejujurnya ane pribadi sdh lelah mencaci kesalahan& kesalahan2 fatal yg dilakukan Presiden Pilihan Rakyat, ane msh ingat usai Pilpres di konser salam 2jari, nama Jokowi bergaung bagaikan sebuah pilar harapan akan bangkitnya kembali Indonesia sbg raksasa asia yg tertidur, baju kotak2 memenuhi setiap sudut kota tp seiring waktu semua mlh smakin jauh dr harapan, Jokowi bs diblg telah gagal mengolah ekspektasi publik yg begitu tinggi, maka tidak heran klo skg kita tidak sulit menemui cacian2 diforum2 online thdp kinerja Jokowi & jg tiarapnya semua pendukung jokowi di masa pilpres


Makanya kali ini ane mencoba menganalisa dr sudut berbeda, bukan sekedar mencaci, tp ane akan mencoba mendata skaligus mempelajari kesalahan2 kebijakan2 fatal saja yg sdh dilakukan Jokowi selama hampir 1tahun menjabat sebagai org no.1 di negri ini berikut solusi2 dr sudut pandang ane, syukur2 ada gunanya timbang ane caci maki, mulut udah pegel jg

Kesalahan2 paling fatal Jokowi:
1. Menaikkan harga bbm ditengah tren turunnya harga minyak dunia dgn alasan sempitnya ruang APBN.
2. Target pajak 30persen yg scr ga lsg merupakan double kill bagi dunia usaha&rakyat setelah kenaikan BBM.
3. Kegagalan membentuk Kabinet yg handal&tim ekonomi yg mumpuni.
4. Terlalu fokus pd infrastruktur yg bersifat jangka panjang, tp lalai menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek.
5. Jokowi gagal berdikari spt slogan Bung Karno. Ini inti dr semua kegagalan Jokowi.


Ane rasa cukup 5poin ini, krn klo dijabarkan smua spt kesalahan kelahiran BK, I dont read what I sign, Sept meroket, ane rasa terlalu byk yg hrs ane tulis, jd 5poin utama ini mgkn shrsnya bs diperbaiki, Insyaalah Jokowi bs perlahan berusaha merangkai lg ekspektasi publik yg sdh hancur melihat kinerja Pemerintah skg

Ok, kita sdh melihat kesalahan2 fatal Jokowi, skg tgl bagaimana solusinya, dr sudut pandang ane ini bbrp langkah yg bs dilakukan Jokowi:

1. Jokowi hrs segera menunjuk Juru bicara Presiden, spt Mentri Harmoko di era Soeharto, atau Andi Arief di era SBY, terserahlah mau dinamai apa tp yg jelas hrs ada yg mewakili Jokowi pd momen2 tertentu u/ menghindari polemik kesalahan ucapan yg bs makin menjatuhkan kepercayaan publik pd kapasitas seorg Jokowi.

2. Hrs ada team internal dgn kapasitas handal yg membantu tugas Kepresidenan scr utuh, smcm sekretarislah kl di Perusahaan, team ini hrs bekerja maksimal mengolah semua dokumen yg diterima oleh Presiden dan membantu menyaring sesuai skala prioritas sblm dokumen berada diatas meja Presiden, dan begitu skala prioritas ditentukan tugas Presiden bukan blusukan tp sgr berkoordinasi & menunjuk kementrian yg berwenang u/ mengeksekusi skala prioritas yg sdh ditentukan.

3. Suka tidak suka Jokowi hrs lbh rutin mengadakan rapat2 yg bs memutuskan sebuah keputusan strategis scr matang, krn ane liat kabinet kera, eh kerja ini bnr2 spt berjalan sendiri2 tanpa 1tongkat komando.

4. Jokowi hrs mulai menyusun langkah u/ menurunkan BBM, klo mmg dana yg tersedia tidak memadai sbaiknya kesampingkan dl anggaran infrastruktur yg bersifat jangka panjang, buat apa ada infrastruktur, klo sektor2 usaha berguguran, dan ane rasa timing plg tepat adalah akhir tahun 2015, saat menjelang pergantian tahun, krn saat2 itu biasanya sektor penjualan bergeliat& byk promo2, jd itu momentum kuat u/ mendongkrak turunnya harga2, bs mengiringi turunnya harga BBM.

No comments:

Post a Comment